terimakasih sudah berkunjung || Klik di sini
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic

Makalah Logika


BAB I
PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang
Logika dimulai sejak Thales (624 SM - 548 SM), filsuf Yunani pertama yang meninggalkan segala dongeng, takhayul, dan cerita-cerita isapan jempol dan berpaling kepada akal budi untuk memecahkan rahasia alam semesta.[1] Thales mengatakan bahwa air adalah arkhe (Yunani) yang berarti prinsip atau asas utama alam semesta. Saat itu Thales telah mengenalkan logika induktif. Aristoteles kemudian mengenalkan logika sebagai ilmu, yang kemudian disebut logica scientica
Orang yang pertama kali menggunakan kata logika adalah Zeno dari Citium. Kaum Sofis, Socrates, dan Plato tercatat sebagai tokoh-tokoh yang ikut merintis lahirnya logika. Logika lahir sebagai ilmu atas jasa Aristoteles, Theoprostus dan Kaum Stoa. Logika dikembangkan secara progresif oleh bangsa Arab dan kaum muslimin pada abad II Hijriyah. Logika menjadi bagian yang menarik perhatian dalam perkembangan kebudayaan Islam. Namun juga mendapat reaksi yang berbeda-beda, sebagai contoh Ibnu Salah dan Imam Nawawi menghukumi haram mempelajari logika, Al-Ghazali menganjurkan dan menganggap baik, sedangkan Jumhur Ulama membolehkan bagi orang-orang yang cukup akalnya dan kokoh imannya.


2.      Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah adalah sebagai berikut:
  1. Apa yang di maksud dengan logika?
  2. Apa saja obyek – obyek logika?


3.      Tujuan
Adapun tujuan makalah adalah sebagai berikut:
  1. Mengetahui pengertian logika
  2. Mengetahui obyek logika



BAB II
PEMBAHASAN

1.      Pengertian Logika
Apabila kita berbicara mengenai logika, maka kita akan mencari pengertian dari asal katanya. Secara harfiah, apabila ditinjau dari asal katanya, Logika berasal dari kata Yunani kuno λόγος (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Logika berasal dari kata Yunani kuno λόγος (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa.[2] Dalam bahasa Arab dikenal dengan kata ‘Mantiq’ yang artinya berucap atau berkata. [3]
Sebagai ilmu, logika disebut dengan logike episteme (Latin: logica scientia) atau ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur. Logika merupakan sebuah ilmu pengetahuan dimana obyek materialnya adalah berpikir (khususnya penalaran/proses penalaran) dan obyek formal logika adalah berpikir/penalaran yang ditinjau dari segi ketepatannya. Ilmu disini mengacu pada kemampuan rasional untuk mengetahui dan kecakapan mengacu pada kesanggupan akal budi untuk mewujudkan pengetahuan ke dalam tindakan. Kata logis yang dipergunakan tersebut bisa juga diartikan dengan masuk akal. Ilmu harus dibedakan dari pengetahuan. Pengetahuan adalah segala sesuatu yang datang sebagai hasil dari aktivitas mengetahui yaitu tersingkapnya suatu kenyataan ke dalam jiwa sehingga tidak ada keraguan terhadapnya, sedangkan ilmu menghendaki lebih jauh dari itu.
Poespoprojo merumuskan dengan sederhana bahwa ilmu adalah kumpulan pengetahuan mengenai suatu bidang tertentu yang merupakan satu kesatuan yang tersusun secara sistematis, serta memberikan penjelasan yang dipertanggung jawabkan dengan menunjukkan sebab-sebabnya.
Terdapat beberapa batasan pengertian tentang logika dari beberapa ahli. Menurut Alex Lanur, Logika adalah ilmu pengetahuan dan kecakapan untuk berpikir lurus (tepat). Ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan tentang pokok yang tertentu. Kumpulan ini merupakan suatu kesatuan yang sistematis serta memberikan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Penjelasan seperti ini terjadi dengan menunjukkan sebab musabanya.
  Batasan pengertian yang diberikan oleh Alex Lanur, secara singkat diungkapkan oleh Muhammad Zainuddin, bahwa Logika merupakan suatu  Ilmu  tentang dasar  dan metode untuk berfikir  secara benar[4]. Menurut Mundiri Logika didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari metode dan hukum-hukum yang digunakan untuk membedakan penalaran yang betul dari penalaran yang salah. Sedangkan Poespoprojo menuliskannya sebagai ilmu dan kecakapan menalar, berpikir dengan tepat ( the science and art of correct thinking ).
Ketiga pendapat mengenai batasan logika itu pada hakekatnya saling melengkapi. Menurut Muhammad Zainuddin, bahwa Logika merupakan suatu  Ilmu  tentang dasar  dan metode untuk berfikir  secara benar (garis bawah dari penulis). Penekanan batasan logika pada berfikir  secara benar.  Berfikir  secara “benar” selanjutnya dijelaskan oleh Mundiri bahwa  Logika sebagai ilmu yang mempelajari metode dan hukum-hukum yang digunakan untuk membedakan penalaran yang betul dari penalaran yang salah. (garis bawah dari penulis). Kriteria benar, penalaran yang betul atau salah, pada dasarnya merupakan suatu penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini disampaikan oleh Alex Lanur. Untuk jelasnya dapat digambarkan sebagai berikut :

2.      Obyek Logika
Logika merupakan sebuah ilmu pengetahuan dimana obyek materialnya adalah berpikir (khususnya penalaran/proses penalaran) dan obyek formal logika adalah berpikir/penalaran yang ditinjau dari segi ketepatannya.[5] Logika bersifat  a priori.  Kebenaran logika tidak dapat ditemukan dan diuji secara empiris tetapi kebenaran diuji secara akal. Obyek Logika menurut Muhammad Zainuddin, terdiri dari :
  1. Obyek materiil : penalaran / cara berpikir
  2. Obyek formal : hukum, prinsip, asas,
  3. Produk : produk berfikir ( konsep, proposisi yang diekspresikan dalam bentuk ungkapan lisan / tulisan / isyarat)[6]
Obyek materiil atau material logika adalah  penalaran / cara berpikir. Menurut Alex Lanur, yang dimaksudkan dengan berpikir disini ialah kegiatan pikiran, akal budi manusia. Dengan berpikir manusia ‘mengolah’, ‘mengerjakan’ pengetahuan yang telah diperolehnya. Dengan ‘mengolah’ dan ‘mengerjakannya’ ini terjadi dengan mempertimbangkan, menguraikan, membandingkan serta menghubungkan pengertian yang satu dengan pengertian lainnya.
Menurut Poedjawijatna, obyek formal logika ialah mencari jawaban : bagaimana manusia dapat berpikir dengan semestinya.[7] Mencari jawaban atas sesuatu pada dasarnya merupakan suatu proses. Berpikir pada dasarnya merupakan suatu proses dari adanya suatu input melalui proses akan melahirkan output. Selanjutnya oleh Alex Lanur dikatakan bahwa dalam logika berpikir dipandang dari sudut kelurusan, ketepatannya. Karena itu berpikir lurus, tepat, merupakan obyek formal logika. Kapan suatu pemikiran disebut lurus? Suatu pemikiran disebut lurus, tepat, apabila pemikiran itu sesuai dengan hukum-hukum serta aturan-aturan yang sudah ditetapkan dalam logikal. Kalau peraturan-peraturan itu ditepati, dapatlah pelbagai kesalahan atau kesesatan dihindarkan. Dengan demikian kebenaran juga dapat diperoleh dengan lebih mudah dan lebih aman. Semua ini menunjukkan bahwa logika merupakan suatu pegangan atau pedoman untuk pemikiran.
Mundiri menjelaskan bahwa pikiran merupakan perkataan dan logika merupakan patokan, hukum atau rumus berpikir. Logika bertujuan untuk menilai dan menyaring pemikiran dengan cara serius dan terpelajar serta mendapatkan kebenaran terlepas dari segala kepentingan dan keinginan seseorang.[8] Poespoprojo menjelaskan bahwa pengetahuan merupakan hasil dari aktivitas berpikir yang menyelidiki pengetahuan yang berasal dari pengalaman-pengalaman konkret, pengalaman sesitivo-rasional, fakta, objek-objek, kejadian-kejadian atau peristiwa yang dilihat atau dialami. Logika bertujuan untuk menganalisis jalan pikiran dari suatu penalaran/pemikiran/penyimpulan tentang suatu hal.
Selanjutnya obyek formal logika adalah hukum, prinsip dan asas. Pada pokoknya asas logika ada tiga yaitu asas identitas, asas pengingkaran dan asas menolak kemungkinan ketiga. Dalam perkembangannya ketiga asas ini mengalami perkembangan. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan dalam Bab Tiga tentang asas pemikiran. Di dalam kajian hukum, asas hukum harus diperhatikan dalam setiap pembentukan dan penerapan hukum.
Selanjutnya produk berfikir dapat berupa konsep, proposisi yang diekspresikan dalam bentuk ungkapan lisan / tulisan / isyarat. Di bidang hukum produk dari logika hukum adalah legal concept apabila berupa konsep. Selain itu ketentuan Pasal dalam peraturan perundang-undangan atau Vonis hakim dalam perkara yang sedang dihadapi. Dari uraian di atas dapat diguat suatu gambaran tentang obyek logika dalam skema berikut
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Logika berasal dari bahasa Yunani kuno λόγος (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa.  Arti  logika adalah hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa.  Logika merupakan suatu  Ilmu  tentang dasar  dan metode untuk berfikir  secara benar. Obyek Logika, terdiri dari:
  1. Obyek materiil     : penalaran / cara berpikir
  2. Obyek formal       : hukum, prinsip, asas
  3. Produk                 : produk berfikir



[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Logika, di update 2 Desember 2007
[2] http://id.wikipedia.org/wiki/Logika, diup date 2 Desember 2007.
[3] Mundiri,  Logika,  Rajawali Press bekerjasama dengan Badan Penerbitan IAIN Walisongo Press, Cetakan keempat, 2000.
[4] Muhammad Zainuddin, Hand out mata kuliah Logika dan Metoda Sains  2006, hal. 3.
[6] Muhammad Zainuddin, op.cit.
[7] Poedjawijatna, Logika Filsafat Berpikir, Rineka Cipta, Jakarta, 2004, hal. 15.
[8] Mundiri,  op.ci.


Soal-Soal Mata Kuliah Logika


Soal-Soal Mata Kuliah Logika


1.     Apa dan bagaimana: Pengertian putusan  dan penuturan, jelaskan jawaban saudara berikut contoh!
Putusan adalah pengetahuan yang dibentuk dari pengertian-pengertian yang dihubungkan.
Putusan adalah perbuatan manusia yang di dalamnya ia mengakui atau memungkiri sesuatu pernyataan.
Contoh :
·         Kita mempunyai banyak pengertian dan konsep antara lain “pohon“, “mangga”,  “manis”. Kita dapat mengenali objek-objek yang berupa pohon, mangga, rasa manis. Konsep-konsep itu dihubungkan sampai terbentuk pengetahuan baru. Kita hubungkan, (buah) pohon mangga (rasanya) manis.
·         Ia masih harus menempuh ujian.
Penuturan adalah putusan baru yang dibentuk dari putusan-putusan yang telah ada.
Contoh :
·         Putusan yang ditarik dari dua putusan yang tersedia ( silogisme )
Contohnya :
          A adalah manusia         A = B
          Manusia itu mortal      B = C
          Jadi, A itu mortal       A = C
·         Putusan yang ditarik dari satu putusan ( penuturan langsung )
Contohnya :
 Firman Tuhan melarang mencuri. Dari sini langsung diambil keputusan bahwa mencuri jelek. Biasanya peraturan ini dasarnya adalah agama, adat, dan moral.
2.    Apakah ada kaitan antara penuturan dengan:
-          Deduksi
-          Induksi
-          Ada kaitan, karena di dalam penuturan digunakan dua metode yaitu deduksi dan induksi.
-Metode deduksi bila penuturan dilakukan dari putusan umum membentuk putusan khusus.
- Metode induksi bila penuturan sebaliknya, bahannya putusan-putusan yang khusus, lantas   ditarik putusan umum.
3.    Apabila putusan ditarik dari dua putusan yang tersedia, penuturandisebut …..
Jelaskan jawaban saudara berikut contoh!
Apabila putusan ditarik dari dua putusan yang tersedia, penuturan itu disebut silogisme.
     Silogisme merupakan salah satu bentuk induksi yang terkenal dalam logika.
     Contoh :
A adalah manusia                  A = B
Manusia itu mortal                B = C
Jadi, A itu mortal                 A = C
Manusia (B) di sini dipakai sebagai pembanding, istilahnya ialah term tengah (M = Median). Kalimat atau putusan A=B dan B=C itu disebut premis, dari bahasa Latin praemissa yang berarti yang berarti proposition. Karenanya orang sering menyatakan bahwa silogisme ialah metode penuturan yang menggunakan dua premis. A = B disebut premis kecil (minor), B = C premis besar (mayor), premis mayor harus melingkupi premis minor. 
4.    Kebenaran isi proposisi merupakan tugas logika material.
Kebenaran isi proposisi merupakan tugas logika material. Logika material membicarakan soal apakah isinya benar atau salah. Logika material meneliti isi kesimpulan. Logika material memandang bahan atau isi dari apa yang disebut dalam pemikiran, untuk memperoleh kebenaran. Dalam logika material memandang pengertian dan putusan dari bahan dan isinya. Jadi, jelas bahwa tugas logika material adalah menentukan kebenaran isi proposisi.
5.    Apakah saudara sependapat: principium sangat mudah sampai dengan tingkat pemahaman akan tetap pada tingkat pelaksanaan relative sulit. Jelaskan jawaban saudara!
Iya, saya sependapat bahwa principium sangat mudah sampai pada tingkat pemahaman akan tetapi pada tingkat pelaksanaan relatif sulit. Kita mudah memahami sebuah prinsip, prinsip itu memang  mudah tetapi sulit melaksanakannya di dalam kehidupan kita sehari-hari. Prinsip-prinsip itu sering kali dilanggar manusia. Yang sulit adalah filsafat yang terkandung di dalam prinsip itu serta melaksanakan filsafat itu. Jadi, mudah memahami, sulit memenuhinya.
6.    Jelaskan pemahaman saudara tentang:
Dalam logika: tidak dikenal kebenaran ketiga
          Tidak ada jalan tengah
     Dalam logika tidak dikenal kebenaran ketiga atau tidak ada jalan tengah karena logika hanya memandang suatu masalah secara lurus. Logika tidak memandang suatu masalah dari sudut yang berbeda, dalam logika hanya diterapkan penyelesaian masalah secara lurus.
7.    Jelaskan pemahaman saudara:
-          Membentuk pengertian bearti berlatih berfiki abstrak
-          Perlunya pengertian karena inti pengetahuan terletak pada pengertian di dalam pengetahuan itu
-          Penguasaan pengertian berarti menguasai inti pengetahuan
*  Membentuk pengertian berarti berlatih berpikir abstrak karena dalam pengertian objeknya digambarkan dengan menggunakan simbol berupa kata atau dirumuskan dalam bentuk definisi agar dapat dipahami oleh orang lain. Dalam membentuk pengertian pun dengan cara abstraksi  yaitu dengan cara membentuk gambaran dalam jiwa kita tentang objek itu dengan membuang seluruh ciri aksidensinya. Bila suatu objek kita buang cirri akasidensinya, maka yang tertinggal ialah ciri esensinya. Itulah pengertian objek itu. Jadi, pengertian selalu abstrak.
*  Perlunya pengertian karena inti pengetahuan terletak pada pengertian di dalam pengetahuan itu . Dalam hal ini, dengan pengertian seseorang dapat memahami ilmu pengetahuan yang dipelajari. Pengertian juga merupakan hal yang mencakup umum dalam suatu pengetahuan. Sehingga dengan dengan mengetahui pengertian dari pengetahuan tersebut seseorang dapat memahami pengetahuan tersebut.
*  Penguasaaan pengertian berarti menguasai inti pengetahuan. Inti pengetahuaan  terletak pada pengertian pengetahuan tersebut. Dengan demikian, apabila kita ingin menguasai suatu pengetahuan maka kita harus memahami juga pengertian pengetahuan tersebut. Dengan demikian kita akan mampu menguasai inti pengetahuan tersebut.
8.    Jelaskan pemahaman saudara letak/posisi logika dalam filsafat!
Logika sebagai bagian dari filsafat. Filsafat adalah induk dari segala pengetahuan.
     Logika merupakan  salah satu cabang filsafat yang mempelajari kegiatan berpikir manusia.
     Logika adalah bagian dari filsafat yang mempelajari metode-metode, azas-azas, dan aturan-aturan yang harus dipenuhi untuk dapat berpikir secara tepat, lurus, benar, dan jernih. 


Sumber : yessysca


6 Ciri Kekasih Posesif dan 6 Tips Mengatasinya


Cinta yang posesif itu bukanlah cinta yang mendewasa. Bagi pelakunya, dapat dikatakan masih kekanak-kanakan dengan menuntut pasangannya untuk menjadi seperti yang diharapkannya, tanpa memberikan ruang untuk berkembang secara original. Posesif dapat diartikan sebagai reaksi yang berlebihan atas hal-hal yang wajar. Posesif muncul ketika sikap “perhatian” dinilai berlebihan, baik oleh lawan pasangan atau oleh lingkungan. Perbedaan dengan over protective adalah konteks relasinya, dimana over protective lasimnya ada dalam relasi antara anak dan orang tua. Sikap ini berpotensi muncul di awal-awal masa pacaran sebagai bentuk usaha untuk memaknai rasa “saling memiliki”.

Trauma atau pengalaman buruk di masa berpacaran yang sebelumnya dapat memicu muncul dan berkembangnya sikap posesif. Misalnya, pengalaman dikhianati atau ditinggal selingkuh pasangannya. Karenanya, ybs menjadi posesif dengan harapan pengalaman traumatis di masa lalu tidak berulang kembali.

Kesenjangan yang mencolok antar pasangan dapat pula memicu sikap posesif. Misalnya, seorang pria yang ”chasing”nya biasa saja, namun memiliki pacar seorang putri yang cantik jelita. Hal tersebut dapat memunculkan pemikiran-pemikiran yang negatif akan pasangannya, seperti: banyak pria tampan yang pasti naksir pacarnya. Karenanya, semampu mungkin akan membatasi pacarnya sedemikian rupa sehingga tidak akan berpaling dari dirinya yang biasa saja. Dalam kaitannya dengan gender, kaum pria cenderung posesif, manakala ybs merasa lebih dibandingkan pasangannya, sehingga merasa memiliki hak untuk “mengatur” pihak perempuan.

Tips untuk mengatasi posesif adalah membangun, memelihara dan menjaga sikap saling percaya. Tentukan arah hubungan, apakah hanya sekedar menikmati masa pacaran saja atau ada orientasi luhur yang ingin dicapai. Usahakan juga hubungannya setara. Sedapat mungkin, ketika masalah yang berbau rasa cemburu diselesaikan hingga tuntas dan tidak berlarut-larut. Bila memiliki pasangan yang posesif, maka pihak yang tidak posesif memberikan kesempatan bagi pasangan untuk tidak posesif. Misalnya, berani asertif bahwa sikap posesif pasangannya justru menjadikan dirinya tidak berkembang.

6 Tanda Bahwa Seseorang Itu Posesif


Sikap posesif pasangan terkadang bisa diartikan sebagai tanda perhatian si dia. Namun, sikap jika posesif si dia mulai membuat hidup Anda terasa terkekang, kondisi ini biasanya berujung pada keretakan hubungan.
Perlu diketahui, hubungan yang sehat selalu ditandai sikap-sikap saling menghormati kebebasan pribadi pasangan, tetapi tetap dalam kerangka komitmen yang sehat.
Bagaimana dengan kekasih Anda? Apakah dia selalu memaksakan kehendaknya atau sebaliknya, selalu menunjukkan sikap dewasa dalam menjalani hubungan ini? Anda perlu tahu ciri pasangan yang punya sikap posesif, seperti dikutip dari Times of India:


1. Bersikeras Mengetahui Keberadaan Anda
Tanda paling jelas dari kekasih posesif adalah selalu ingin mengontrol hidup Anda. Jika dia tidak dapat menghubungi Anda melalui telepon, dia akan menginterogasi Anda untuk mendapatkan jawaban rinci dan detail.

2. Menghubungi Berkali-Kali
Dia akan menghubungi Anda berkali-kali dalam sehari hanya untuk memastikan bahwa Anda baik-baik saja. Tentu saja ini bisa mengganggu, apalagi bila dia sampai mengirim SMS atau menelepon Anda meski sudah larut malam.
Lama kelamaan, tentu Anda tidak merasakan hal ini sebagai perasaan cinta. Sikap overprotektif bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman.

3. Menganggap Anda Adalah Teman Si Dia Satu-Satunya.
Baginya, Anda adalah segalanya.Dia juga menuntut Anda berlaku demikian. Semua hal yang dia lakukan harus dilalui berdua. Lama kelamaan, hal ini tentu bisa membuat Anda sulit bergerak.
Jika Anda merencanakan jalan-jalan dengan teman-teman atau sekadar memanjakan diri, si dia akan menafsirkan bahwa Anda mengabaikannya. Dia akan marah dan mungkin akan membuat Anda merasa serba salah.

4. Si Dia Ingin Anda Benar-Benar Kenali Kehidupannya
Banyak wanita berpikir, kecemburuan dari kekasih mereka akan membuat wanita merasa dihargai dan penting. Perbedaan antara cemburu dan posesif adalah ketika kekasih tidak puas dengan hanya mengetahui bahwa orang itu memperhatikan Anda. Dia akan menggali lebih lanjut dan bertanya seputar pendapat Anda tentang dirinya.

5. Selalu Mengatur Dalam Segala Hal
Seorang wanita membutuhkan ruang untuk bisa melakukan banyak hal, dan yang terpenting adalah saat berbusana. Tapi, pria posesif akan selalu ingin mengatur soal urusan pakaian pasangannya. Jika selalu mengkritik Anda, misalnya soal cara berpakaian, si dia termasuk dalam kategori posesif.

6. Membatasi Ruang Gerak Anda
Kebanyakan pria posesif tidak suka pasangan mereka menghabiskan waktu bersama keluarganya. Jika si dia mulai tak suka dengan kedekatan Anda dengan keluarga, Anda harus berhati-hati, pasangan masuk dalam kategori posesif.
Jika kekasih memiliki lebih dari sikap posesif, ada baiknya Anda melakukan komunikasi intensif dengannya, dan buat komitmen hubungan yang bisa membuat Anda merasa nyaman. Jangan sampai karena sikap posesifnya membatasi ruang gerak Anda.


Jadi bagaimana cara mengatasinya?


Berikut 6 Cara Menghilangkan Sifat Posesif pada Kekasih Anda.
Apakah kamu seorang pacar yang posesif? Wah,kasihan sekali pacar kamu. Pasti dia merasa sangat tidak nyaman dengan sifat posesif kamu itu. Terus bagaimana caranya menghilangkan sifat posesif? Oke, saya akan membantu bagaimana cara menghilangkan sifat posesif agar pacar kamu merasa nyaman berada di dekat kamu.

1. Menyadari Sifat Posesif Itu
Akui saja bahwa kamu memang memiliki sifat posesif. Dengan begitu kamu akan mempunyai motivasi untuk menghilangkannya. Coba pikir,bagaimana kamu mau menghilangkan sifat posesif kalau kamu sendiri tidak menyadari bahwa kamu memiliki sifat posesif.?

2. Jalin Komunikasi Yang Baik
Entah untukyang keberapa kalinya saya bilang bahwa komunikasi adalah kunci sukses dalam sebuah hubungan. Dan ternyata komunikasi juga merupakan salah satu cara ampuh untuk menghilangkan sifat posesif. Komunikasi juga dapat mencegah terjadinya kesalahpahaman antara kamu dan pasangan.

3. Percaya Terhadap Pasangan
Belajarlah untuk memberikan kepercayaan terhadap pacar kamu. Apa artinya sebuah hubungan tanpa didasari rasa kepercayaan. Apa pun yang dilakukan selalu dicemburui, dicurigai. Terkadang sifat posesif timbul karena kita tidak bisa mempercayai pasangan.

4. Memiliki Tekad Untuk Berubah
Langkah selajutnya setelah kamu menyadari sikap posesif itu adalah memiliki keinginan,motivasi untuk berubah menjadi lebih baik. Oke, dengan membaca artikel ini, saya harap kamu sudah mempunyai keinginan untuk berubah dan menghilangkan sifat posesif itu.


5. Memberikan Kebebasan
Kamu harus menyadari satu hal, bahwa setiap orang adalah mahluk yang merdeka. Mereka semua memiliki kebebasan untuk memilih, menetukan dan mengatur sendiri hidupnya. Sekali pun itu adalah pacar kamu. Kamu tidak punya hak sama sekali untuk mengekang dan mengatur sesuai dengan keinginanmu. Berikan dia kebebasan secara individu. Tentunya kamu tidak ingin kalau hak-hak kamu sebagai manusia dibatasi bukan? Begitu juga pacar kamu.

6. Minta Pacar Kamu Untuk Mengingatkan
Terlalu berat kalau kamu harus berjuang sendiri untuk menghilangkan sifat posesif kamu itu. Karena itu mintalah bantuan pacar kamu untuk mengingatkan kalau kamu berbuat sesuatu yang mengarah ke sikap atau sifat posesif. Kerjasama antara kamu dan pacar dibutuhkan dalam hal ini.

Sekian dulu artikel dari saya. Seoga bermanfaat dalam memperbaiki hubungan anda dengan kekasih anda supaya lebih baik lagi untuk kedepannya.


Koleksi Artikel


langsung Download ja

Belajar tajwid
Penelitian asrama



contoh surat perjanjian kerja


langsung sedot ja oke.....


MEMAHAMI HUKUM DENGAN MAKNA NASH - Copy


langsung sedot ja oke.....


Contok Artikel pnelitian asrama


langsung sedot ja oke.....


 

=MFC= Copyright © 2010 MFC-Servis is Designed by Lasantha, 081 0000000